Corporate Social Responsibility

PENYULUHAN KESEHATAN IBU DAN ANAK

 

Sebagai salah satu wujud pemenuhan Corporate Social Responsibility (CSR), PT Bakrie Building Industries (BBI), bekerja sama dengan  Rumah Sakit Sari Asih Sangiang Banten, menggelar penyuluhan kesehatan ibu dan anak yang diadakan di desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten, Kamis (12/12/2013).

Penyuluhan kesehatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi para ibu akan pentingnya kesehatan. “Bagi kami (BBI), kesehatan ibu dan anak itu sangat penting, selain memberikan ilmu tentang kesehatan bagi ibu dan anak, juga diberikan fasilitas dunia pendidikan, berupa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” kata Edwi n Daniel selaku HC & GA Manager BBI.

Lebih lanjut, Edwin mengatakan di daerah ini minat ibu-ibu untuk menyekolahkan anak-anak di PAUD sangat tinggi, hal ini bisa dilihat dengan banyaknya jumlah siswa yang mengikutinya, yakni sekira 70 anak. Untuk memudahkan, mereka dibagi dalam tiga waktu belajar, pagi, siang dan sore. “Hal ini dikarenakan keterbatasan tempat yang ada, meski terbatasnya sarana, namun anak-anak dan juga pengajar tetap semangat dalam mengikuti proses belajar,” tutup Edwin.

Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh Dr Prima Nisa dari Rumah Sakit Sari Asih Sangiang Banten. Ia menyampaikan materi mengenai penyakit campak. Menurut dr Rima, campak adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular. Campak disebabkan oleh paramiksovirus (virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.

“Gejalanya berupa panas badan, nyeri tenggorokan, hidung meler, batuk, nyeri otot dan mata merah. Dua hari kemudian muncullah  bintik putih kecil di mulut bagian dalam, kemerahan di kulit yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala di atas,” kata dr Rima.

Untuk pencegahannya, dr Rima menyarankan agar balita yang berumur 9 bulan diberikan vaksin campak. Vaksin ini biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan yang disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat. (SITA/CAA)