News

Potensi Gas Blok Masela Bisa Melebihi Tangguh

JAKARTA – Potensi cadangan gas Lapangan Abadi di Blok Masela diperkirakan bisa lebih besar dari Lapangan Tangguh, Papua. Namun, cadangan terbukti Lapangan Abadi saat ini baru separuh dari cadangan Tangguh. Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengatakan, kemungkinan besar cadangan gas Lapangan Abadi bisa melebihi Lapangan Tangguh.

Sebab, dengan dibor dua sumur eksplorasi saja, cadangan terbukti di Lapangan Abadi sudah mencapai 6,05 triliun cubic feet (tcf). “Kemungkinan tersebut memang ada, tapi potensi itu harus dibuktikan dulu. Jadi, belum bisa bilang berapa besarnya,” ungkap dia, di Jakarta, Selasa (18/9).

Saat ini, Lapangan Tangguh merupakan lapangan gas terbesar yang telah berproduksi. Lapangan yang dikelola oleh BP ini memiliki cadangan gas hingga 14 tcf. Untuk bisa memastikan potensi cadangan Lapangan Abadi menyentuh angka tersebut atau bahkan melebihinya, Inpex Corporation sebagai operator harus melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan yang saat ini tercatat 6,05 tcf.

“Maka dari itu kami terus mendorong operator Lapangan Abadi untuk terus melakukan eksplorasi. Cadangan gas yang besar memang diperlukan karena nanti akan dibangun kilang gas alam cair (liqufied natural gas/LNG) terapung di sana dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun,” ungkap Evita.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Hadi Prasetyo mengatakan, Inpex Corporation sudah mulai melakukan pengeboran sumur eksplorasi. Sudah dua sumur yang dibor. Kini cadangan terbukti yang tercatat baru 6,05 tcf.

Jika dilihat dari data jarak jauh, potensi gas di Lapangan Abadi memang bisa lebih besra dari Lapangan Tangguh. “Namun apakah dua sumur eksplorasi ini masih belum cukup atau tidak, harus dilihat lagi. Pengembangan Lapangan Abadi tidak harus dikembangkan seluruhnya sekaligus. Kalau memang nanti wilayah yang sudah dibor ini datanya representatif, maka bisa dikembangkan dahulu. Pengembangan lainnya bisa disusulkan,” kata Hadi.

Dengan cadangan Lapangan Abadi sebesar 6,05 tcf tersebut dibutuhkan investasi sebesar US$ 9-10 miliar untuk pengembangannya.

Sesuai rencana pengembangan (plan of development/POD) yang telah disetujui BP Migas, Inpex akan membangun kilang LNG terapung berkapasitas 2,5 juta ton per tahun. Selain LNG, Lapangan Abadi juga memproduksi kondensat 8.400 barel per hari (bph).

Kilang LNG


Menurut Hadi Prasetyo, Inpex sebagai operator Lapangan Abadi telah merampungkan desain rinci proyek (front end engineering design/FEED) pembangunan kilang LNG terapung pertama pada Juni lalu.

“Selanjutnya, perusahaan migas Jepang tersebut akan menggarap rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) selama 3-4 tahun. Kilang ini diharapkan bisa beroperasi pada 2017-2018,” kata Hadi.

Sedangkan untuk rencana pembangunan kilang LNG kedua di Masela, belum ada pengajuan dari Inpex ke BP Migas. Sejauh ini BP Migas baru memberikan persetujuan untuk kilang LNG terapung pertama berkapasitas 2,5 juta ton per tahun. Pemerintah mengusulkan adanya kilang kedua di Masela.

Pembangunan kilang baru dipertimbangkan berlokasi di Pulau Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku. Kapasitas train kedua tersebut direncanakan bisa memproduksi LNG sebesar 1,5-2 juta ton per tahun sesuai ketersediaan cadangan gasnya.

“Kalau untuk kilang kedua itu di darat, kami perlu melakukan evaluasi lagi. Sejauh ini kami baru menyetujui kilang LNG yang pertama,” kata Hadi.

Lapangan Abadi saat ini dioperatori oleh Inpex Corporation sekaligus pemegang saham terbesar, yaitu 60%. Sisa saham dipegang oleh Shell Upstream Overseas Service Limited 30% dan PT Energi Mega Persada 10%. Shell baru masuk ke Blok Masela sejak Juli tahun lalu.

Proyek Lapangan Abadi mengalami beberapa penyesuaian setelah Shell masuk. Awalnya, proyek ini ditargetkan rampung pada 2016, tetapi kemudian menjadi 2018. Kemudian, kapasitas kilang berkurang dari 4 juta ton per tahun menjadi 2,5 juta ton per tahun. []